Selamat Datang di website Pengadilan Negeri Tarakan Kelas 1B. Website ini dilengkapi akses difable. Silahkan anda block tulisan dan klik aykon speaker untuk mendengarkan   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di website Pengadilan Negeri Tarakan Kelas 1B. Website ini dilengkapi akses difable. Silahkan anda block tulisan dan klik aykon speaker untuk mendengarkan Powered By GSpeech

PENGADILAN NEGERI TARAKAN JATUHKAN HUKUMAN MATI PERKARA NARKOTIKA

PENGADILAN NEGERI TARAKAN
JATUHKAN VONIS MATI DAN PENJARA SEUMUR HIDUP PERKARA NARKOTIKA

(Perkara Kepemilikan 11,4 Kg Shabu-Shabu)

 
terdakwa-penyelundupan-narkoba_20180409_154114.jpg

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Dua dari lima terdakwa penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 11,4 kilogram masing-masing Amin dan Andi akhirnya dijatuhi hukuman mati. Sedangkan tiga terdakwa lainnya masing-masing Ary Permadi, Haryanto dan Roniansyah dijatuhi hukuman seumur hidup, Senin (9/4/2018) di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Tarakan.

Majelis hakim PN Tarakan yang diketuai Cirsto E.N Sitorus dan anggota masing-masing Hendra Yudha Utama dan Yudhi Kusuma menjatuhi hukuman mati kepada Amin dan Andi dan seumur hidup kepada Ary Permadi, Haryanto dan Roniansyah setelah melihat fakta selama persidangan.

Kelima terdakwa ini terbukti melakukan tindak pidana narkotika tanpa hak dan melawan hukum, menawarkan untuk dijual yang beratnya melebihi lima gram sebagaimana dalam pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1 ) UU No 35/2009 tentang Narkotika.

Pantauan Tribun, di PN Tarakan, Amin dan Andi yang mendengar hukuman mati yang dijatuhi majelis hakim, langsung menyatakan banding. Begitupula dengan Ary Permadi, Haryanto dan Roniansyah menyatakan banding.

Selama persidangan berlangsung terlihat istri Andi yang duduk mendengarkan hukuman mati yang dijatuhi majelis hakim. Istri Andi yang mengenakan hijab warna biru dongker dan gamis abu-abu terlihat beberapa kali menghapus air matanya dengan menggunakan tisu. Ia menahan tangisnya mendengar suami tercintanya dijatuhi hukuman mati.

Terlihat beberapa anggota Polres Tarakan membawa senjata dan pentungan tampak berjaga-jaga di dalam ruangan sidang. Masyarakat termasuk wartawan yang hendak meliput dalam ruangan terlebih dahulu diperiksa isi tasnya.

Menanggapi keputusan majelis hakim yang menjatuhi hukuman mati dan seumur hidup bagi lima terdakwa penyelundupan sabu, Ketua PN Tarakan Wahyu Iman Santoso mengungkapkan, ini menujukan komitmen pihaknya terhadap penegakan hukum terhadap upaya tindakan pidana narkotika.

"Ini menunjukkan komitmen kita, bahwa pengadilan sangat kuat. Apalagi Tarakan ini menjadi salah satu pintu gerbang masuknya narkotika dan menjadi ukuran buat para penyelundup narkotika. Oleh karena itu saya berpesan para pelaku tindak pidana narkotika berhentilah PN akan menjadi kuburan bagi mereka," tegasnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan melalui Kasintel Tedy HS mengatakan, pihaknya puas dengan hukuman yang telah dijatuhi majelis hakim terhadap lima terdakwa tersebut. Pasalnya hukuman tersebut sesuai tuntutan penuntut umum.

"Namun dalam persidangan tadi, penasihat hukum lima terdakwa menyatakan banding. Melihat ini kita masih pikir-pikir, jadi kita pikir-pikir 7 hari kerja dari hari ini," katanya.

Seperti diketahui, pengungkapan penyelundupan sabu-sabu seberat 11,4 kilogram yang melibatkan lima terdakwa berawal dari, Minggu (24/9/2017). Awalnya sabu yang berasal dari Tawau Malaysia disembunyikan di dalam jeriken (tempat minyak) dengan menggunakan speedboat menuju Tarakan. Sampai di Tarakan sabu dipindahkan ke dalam mobil yang rencananya akan dibawa ke Samarinda. Namun saat mobil melaju di Jalan Aki Balak tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) langsung melakukan penangkapan. (*)

(Team IT.PN.Tar, Dikutip dari TRIBUN KALTIM News)

PELAYANAN PRIMA, PUTUSAN BERKUALITAS

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech